Sabtu, 15 September 2012
Sabtu, 08 September 2012
hanya sebuah catatan kecil saja
alhamdulillah.....kini aku berada di pagiMu ...Ya Rabb,
ternyata aku tak juga mampu menghitung tiap ni'mat, hikmah yang mengiringi setiap helaan nafasku....yang mengalir seiring denyut nadiku....menyatu pada dinding dinding hemoglobin tertaut bersama oksigen....mungkin. Karena kutakpernah menyadari ikatan anugarah, ujian, indah dan hikmah yang Kau tautkan.
Kini ....di dalam dhuha ku ingin mengadu kepadaMu, Ya Rabb..
meski ku yakin....Engkau selalu mengawasiku dengan kasihMu, mengawasi setiap lengahku....
Ya Rabb.....tangisku yang telah kutumpahkan semalam, tangis untuk sebuah rasa yang yang Kau anugrahkan...dan Kau tunjukkan sisi lemah dalam hati ini, dan setiap perlindungan perlindungan yang menopang lengahku. Senyum,tersipu, tawa,hasrat,semangat, ketakutan dan getar getar yang menyesak dada adalah....anugrah terindah yang Kau torehkan dalam tiap tapak tapak kecilku.
Ya....Rabb....semoga tangisku semalam bukan tangis sia sia yang mengalir dan hilang bersama sekaan air mata tapi sebuah tangis yang menyejukkan hatiku, tangis yang menjernihkan akalku...tangis yang membangkitkan keberanianku untuk berdiri, dan tersenyum lagi.....
terimakasih......untuk sebuah hati yang telah kupinjam untuk mengisi hati dan telah mewarnai ..... mengajarkanku keberanian untuk mengakhiri dan mengantarkanku untuk kembali......
itu sebuah catetan tanggal 8 april 2012 ...... yang berserak diantara serpihan serpihan rasa.
Kamis, 02 Februari 2012
PUISI HATI
YANG LALU
pernah kita lukis cahaya
berbingkai asa
tapi ku kehilanganmu di balik kanvas
tenggelam dalam ceceran cat minyak
yang berserak
beradu warna dalam hidup...
sakit...
luka....
perih....
kini ku mencari bayangmu
mencoba menorehkan warnamu
meretas kanvas rindu
pilu....
kelu...
selamanya biru....
pernah kita lukis cahaya
berbingkai asa
tapi ku kehilanganmu di balik kanvas
tenggelam dalam ceceran cat minyak
yang berserak
beradu warna dalam hidup...
sakit...
luka....
perih....
kini ku mencari bayangmu
mencoba menorehkan warnamu
meretas kanvas rindu
pilu....
kelu...
selamanya biru....
RINDU
gerimis ini ....
membawaku pada baitmu
yang tertatih meniti masa
kini kuterpaku...
disini,
pernah ku kehilanganmu di sela gerimis
menangis dalam pelukmu
berpacu dalam degup jantungmu
tak mampu menepis ragumu
kini...
ku ingin berlari
mengejar bayangmu
semoga kilap kunang kunang
membawaku dalam dispersi rindu
menyua bayangmu
di ujung pelangi
RINDU JUGA...
menautkan rasa
dijenjang asa
meraguku dalam angan
yang terlanjur membumbung di awan
mencoba mengurai lagi rindu
yang terlanjur merajah
rasa yang mengendap di palung hati
tak kuasa hasratku
menyeka air mata yang membuncah
menenggelamkan inginku
tak lagi mampu mengangkat
dagu tuk sekedar mengucap
r.i.n.d.u.
biarlah....
air mataku
mengabarkan rindu ini untukmu
"selalu tentangmu.....selamat malam"
Jumat, 27 Januari 2012
Senin, 16 Januari 2012
Jumat, 18 Februari 2011
catatan untuk Fa
nggak tahu ini untuk yang keberapa kali aku nulis puisi ini (kalo bisa dibilang puisi lo), bukan karena apapa tapi hanya karena aku suka aja .......
SEBUAH CATATAN PERJALANAN (untuk.... Fa....)
kupinjamkan catatanku akan perjalanan, Fa
bahwa :
yang terindah darinya adalah kejujuran dan kebersamaan
kupinjamkan resahku akan kejujuran, Fa
bahwa:
kadang kejujuran itu menyakitkan
tapi...itulah kenyataan
kupinjamkan gelisahku akan kebersamaan Fa
bahwa:
yang terperih darinya adalah perpisahan
tapi itulah keharusan
ketika tak lagi setujuan
kini....
belahlah dadaku
resah, gelisah berpadu dalam desahku
dan kuterpaku
haruskah ku berlari ?
ataukah ....
haruskah ku menunggu?
sedang ku takyakini
kau akan di sini
SEBUAH CATATAN PERJALANAN (untuk.... Fa....)
kupinjamkan catatanku akan perjalanan, Fa
bahwa :
yang terindah darinya adalah kejujuran dan kebersamaan
kupinjamkan resahku akan kejujuran, Fa
bahwa:
kadang kejujuran itu menyakitkan
tapi...itulah kenyataan
kupinjamkan gelisahku akan kebersamaan Fa
bahwa:
yang terperih darinya adalah perpisahan
tapi itulah keharusan
ketika tak lagi setujuan
kini....
belahlah dadaku
resah, gelisah berpadu dalam desahku
dan kuterpaku
haruskah ku berlari ?
ataukah ....
haruskah ku menunggu?
sedang ku takyakini
kau akan di sini
Sabtu, 01 Januari 2011
CTEV....ada hikmah dibalik ujian
Dua tahun yang lalu, aku memulai tahun dengan satu tangis,...ya Allah....bagaiman dengan kaki anakku. Pada tgl 1 November tahun 2008, aku melahirkan anakku yang ke tiga dengan di SC, dua jam ku ada di dunia lain [ bios total], habis tu, anakku masuk ICU, aku belum bisa lihat malaikat kecilku, suamiku bilang...."jagoan baru kita, ada di ruang khusus, bilirubinnya tinggi, dokter bilang...kakinya CTEV, bisa disembuhkan kok..". Kalau bilirubin aku kenal, kakak kakaknya juga dulu begitu, tapi..CTEV istilah apa pula itu. Sehari kemudian aku baru bisa ketemu jagoan kecilku....kecil sekali dan....subhanallah....inikah yang namanya CTEV? ternyata telapak kaki kanan anakku bengkok masuk ke dalam, orang jawa bilang 'pengkor', sesak dadaku, aku pingin nangis...tidak, laki laki tangguh disampingku telah merengkuhku dan mengatakan.." kita akan temukan hikmah dari semua ini, tidak boleh nangis, kita harus berusaha dan berdoa. Ia akan tumbuh seperti kakak kakaknya".
Tak ada yang berubah dari kegiatan kegiatanku, tambahannya adalah aku harus menyisihkan dana lebih untuk si kecilku, karena harus mengokuti terapi di rumah sakit, fisioterapi sampai pada pengegipan. Dari usia 1 minggu kaki kanannya sudah digips, dan harus ganti gips tiap minggu [karena itu...anakku nggak pernah mandi, hanya disibin saja] itu berlangsung sampe usia 6 bulan, tapi tak ada hasil yang memuaskan......aku capek [ capek badan dan dana tentu] tak kepastian apapun dari dokter yang menangani. Aku berusaha nyari info kesana kemari tentang CTEV, belum ada hasil yang menggembirakan [ eh waktu itu aku belum biasa berselancar di dunia maya nding..]. Aku kabur dari terapi di rumah sakit itu, terus nyoba fisioterapi di tempat lain, dari beberapa kali terapi belum ada hasil dan dia menyarankan untuk ambil arternatif terakhir....operasi.
Dengar kata operasi, aku dah takut duluan, yang kubayangkan berapa duitnya? terus kakinya diapakan? dimana?, waktu itu benar benar bingung. Aku biarkan saja jagoan kecilku tumbuh [ tega nian kau bunda......]tiap malam aku hanya menangis melihat kakinya.
Ulang tahun ke 1 jagoan kecilku, "Azzam Niam Darojad, berharap banyak nikmat dan derajat, kado yang bunda dan ayah kasih kali ini adalah.....pergi ke Solo, Orthopedhi, senyumlah ,Nak.." Ada dua tempat yang direkomendasikan oleh teman yaitu RSI Kustati dan RSO Prof Dr Soeharso, akhirnya dengan banyak perimbangan, kupilih RSO saja. Terimakasih ya.... Allah......aku dipertemukan dengan salah satu hambaMu yang baik...pinter pula...dr Anung, aku nggak tahu ada berapa gelar dibelakangnya..... yang pasti dia sudah ngasih kado paling indah, dipaparkannya langkah langkah yang akan diambil, dan lengkap dengan perkiraan waktunya [perkiraan biaya tentu], Its OK.
Enam kali pengegipan [yang dulu tak tepat diulang] ganti gips tiap hari senin, operasi dilakukan pada akhir desember. Alhamdulillah...semua terlampoi dengan sukses. Ketika tiba saat operasi aku deg degan....hanya doa. dan aku tersemyum ketika jagoan kecilku keluar dari ruang operasi..... dua minggu setelah operasi harus kontrol, dilihat hasilnya....alhamdulillah bagus, kata dokter.tiga minggu gipsnya dilepas dan mulai step selanjutnya, Pakai sepatu khusus, ternyata ini tak semudah yang kubayangkan karena anakku harus pakai sepatu 24 jam, dua sepatunya disambung pakai plat besi, kasian...tapi nggak papa..harus bisa, seperti itu sampai tiga bulan, habis itu....pakai sepatu khususnya hanya malam saja.
Hari ini...aku mengawali tahun baru dengan tersenyum.......jagoan kecilku sudah dapat berlari normal seperti kakak kakaknya. Dan aku mengawali mengisi blogku....[dah ach...yum solat ashar]
Tak ada yang berubah dari kegiatan kegiatanku, tambahannya adalah aku harus menyisihkan dana lebih untuk si kecilku, karena harus mengokuti terapi di rumah sakit, fisioterapi sampai pada pengegipan. Dari usia 1 minggu kaki kanannya sudah digips, dan harus ganti gips tiap minggu [karena itu...anakku nggak pernah mandi, hanya disibin saja] itu berlangsung sampe usia 6 bulan, tapi tak ada hasil yang memuaskan......aku capek [ capek badan dan dana tentu] tak kepastian apapun dari dokter yang menangani. Aku berusaha nyari info kesana kemari tentang CTEV, belum ada hasil yang menggembirakan [ eh waktu itu aku belum biasa berselancar di dunia maya nding..]. Aku kabur dari terapi di rumah sakit itu, terus nyoba fisioterapi di tempat lain, dari beberapa kali terapi belum ada hasil dan dia menyarankan untuk ambil arternatif terakhir....operasi.
Dengar kata operasi, aku dah takut duluan, yang kubayangkan berapa duitnya? terus kakinya diapakan? dimana?, waktu itu benar benar bingung. Aku biarkan saja jagoan kecilku tumbuh [ tega nian kau bunda......]tiap malam aku hanya menangis melihat kakinya.
Ulang tahun ke 1 jagoan kecilku, "Azzam Niam Darojad, berharap banyak nikmat dan derajat, kado yang bunda dan ayah kasih kali ini adalah.....pergi ke Solo, Orthopedhi, senyumlah ,Nak.." Ada dua tempat yang direkomendasikan oleh teman yaitu RSI Kustati dan RSO Prof Dr Soeharso, akhirnya dengan banyak perimbangan, kupilih RSO saja. Terimakasih ya.... Allah......aku dipertemukan dengan salah satu hambaMu yang baik...pinter pula...dr Anung, aku nggak tahu ada berapa gelar dibelakangnya..... yang pasti dia sudah ngasih kado paling indah, dipaparkannya langkah langkah yang akan diambil, dan lengkap dengan perkiraan waktunya [perkiraan biaya tentu], Its OK.
Enam kali pengegipan [yang dulu tak tepat diulang] ganti gips tiap hari senin, operasi dilakukan pada akhir desember. Alhamdulillah...semua terlampoi dengan sukses. Ketika tiba saat operasi aku deg degan....hanya doa. dan aku tersemyum ketika jagoan kecilku keluar dari ruang operasi..... dua minggu setelah operasi harus kontrol, dilihat hasilnya....alhamdulillah bagus, kata dokter.tiga minggu gipsnya dilepas dan mulai step selanjutnya, Pakai sepatu khusus, ternyata ini tak semudah yang kubayangkan karena anakku harus pakai sepatu 24 jam, dua sepatunya disambung pakai plat besi, kasian...tapi nggak papa..harus bisa, seperti itu sampai tiga bulan, habis itu....pakai sepatu khususnya hanya malam saja.
Hari ini...aku mengawali tahun baru dengan tersenyum.......jagoan kecilku sudah dapat berlari normal seperti kakak kakaknya. Dan aku mengawali mengisi blogku....[dah ach...yum solat ashar]
Langganan:
Postingan (Atom)
